Apakah kau ingat jemari ini pernah mencoba mengapaimu?
Apakah kau ingat hati ini pernah berdetak sangat kuat saat bersamamu?
Menatap indah bola matamu...
Menatap harapan baru bersama mu...
Selaksa peristiwa itu masih terekam manis
Semanis senyummu saat bersamaku
Bisa ku bilang kini hatiku sangat sepi
Sepi sendiri saat kau katakan kau akan pergi.
Seperti terjaga di keheningan malam.
Akankah kau kembali?
Entahlah....
Sejuta harapan kini menjadi puing puing kenangan..
01/02/2013
Rabu, 25 September 2013
Selasa, 10 September 2013
Pergilah..
Dari mana harus kumulai?
Aku begitu sulit merangkai kata demi kata
Bibirku kaku, seakan beku
Nafasku tak lagi berhembus dengan sempurna.
Terhempas perasaan
Aku begitu bodoh untuk melawan
Aku begitu bodoh untuk menentang
Aku takut menatap air matamu jatuh berlinang
Aku tau kau tak tegar
Aku tau kau gusar
Kasih, mengertilah
Yang ada hanya air mata
Aku terus sakiti namun kau selalu mengerti
Apakah aksara cinta itu terlalu melekat dihatimu?
Mengapa?
Aku tau hanya kau dan hatimu yang mengerti.
Namun, maaf
Aku tak mampu
Perasaanku lapuk digrogoti sang waktu
Ku tau kau kan bertahan,
Namun aku?
Aku tak mampu.
Lapaskanlah hatimu dariku
Biarkanlah sang waktu menghapus kemegahan cintamu
Biarkanlah sang waktu menghapus air matamu
Biarkanlah sang waktu yang mengajarimu
Kasih, pergilah...
Karna aku bukan bahagiamu..
Aku begitu sulit merangkai kata demi kata
Bibirku kaku, seakan beku
Nafasku tak lagi berhembus dengan sempurna.
Terhempas perasaan
Aku begitu bodoh untuk melawan
Aku begitu bodoh untuk menentang
Aku takut menatap air matamu jatuh berlinang
Aku tau kau tak tegar
Aku tau kau gusar
Kasih, mengertilah
Yang ada hanya air mata
Aku terus sakiti namun kau selalu mengerti
Apakah aksara cinta itu terlalu melekat dihatimu?
Mengapa?
Aku tau hanya kau dan hatimu yang mengerti.
Namun, maaf
Aku tak mampu
Perasaanku lapuk digrogoti sang waktu
Ku tau kau kan bertahan,
Namun aku?
Aku tak mampu.
Lapaskanlah hatimu dariku
Biarkanlah sang waktu menghapus kemegahan cintamu
Biarkanlah sang waktu menghapus air matamu
Biarkanlah sang waktu yang mengajarimu
Kasih, pergilah...
Karna aku bukan bahagiamu..
Langganan:
Komentar (Atom)
